Lima Penyebab Utama Menstruasi Tidak Teratur

Seperti yang kita ketahui, menstruasi merupakan bagian dari hidup wanita yang semestinya dialami sejak ia beranjak remaja atau pubertas. Masa menstruasi pada wanita selalu dialami dalam siklus berkala; yaitu setiap 28 hari sekali. Namun pada sebagian wanita, rentang siklus tersebut bisa menjadi lebih pendek atau lebih panjang, yaitu antara 21 sampai 30 hari sekali. Namun, ada beberapa di antara wanita yang mengalami menstruasi tidak teratur (rentang waktu siklusnya bisa lebih panjang atau lebih pendek). Lalu, apakah penyebab dari ketidakteraturan tersebut? Berikut beberapa diantaranya;

Penyebab menstruasi tidak teratur

Batas Menstruasi Bisa Dikatakan Teratur (Normal) atau Tidak

Saat menstruasi, seorang wanita akan mengalami pendarahan yang normalnya terjadi antara 2 sampai 7 hari dan waktunya terjadi di antara dua siklus dengan rentang sekitar 28 hari. Pada masa pendarahan tersebut, darah yang keluar yakni sekitar 60 hingga 100 ml, Ketika menstruasi yang terjadi keluar dari batas normal tersebut, maka bisa disebut menstruasi tidak teratur atau tidak normal.

Kemungkinan Hamil

Pada wanita yang sudah menikah atau pernah melakukan hubungan seksual, lebih panjangnya rentang waktu terjadinya menstruasi selanjutnya merupakan salah satu tanda terjadinya kehamilan. Pada wanita yang hampir mendekati masa menopause, kehamilan mungkin saja terjadi. Sementara itu jika pendarahan haid yang terjadi lebih banyak dari biasanya, kemungkinan yang terjadi yaitu kehamilan di luar rahim. Untuk itu, pemeriksaan intensif oleh dokter specialist harus dijalani untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Selain itu, menstruasi tidak teratur juga lazim dialami oleh seorang ibu yang baru saja melahirkan. Saat menyusui, seorang ibu sering mengalami ketidak teraturan dalam hal menstruasi, bahkan ada juga yang tidak mengalami menstruasi sama sekali selama ia menyusui. Akan tetapi, tidak semua ibu mengalami hal ini. Pemasangan alat kontrasepsi dan pemeriksaan kehamilan juga masih diperlukan untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan.

Efek Samping Alat Kontrasepsi

Alat kontrasepsi yang bekerja menurut cara kerja hormone juga dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur; lebih sedikit atau bahkan lebih banyak dan lama. Kontrasepsi yang dimaksud adalah pil KB, suntik, dan susuk.

Kenaikan Berat Badan yang Drastis

Wanita yang mengalami kenaikan berat badan secara drastis biasanya mengalami gangguan pada tiroid dan mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur serta merasa lesu. Selain itu, penyakit polikistik ovarium juga ditandai dengan naik berat badan secara drastis.

Masalah Psikologi atau Stress

Wanita yang mengalami stress dan tekanan psikologi seperti kehilangan orang yang dikasihi, kehilangan pekerjaan, atau memang dalam tekanan pekerjaan, dan sebagianya, terkadang juga mengalami menstruasi tidak teratur. Ketidak teraturan tersebut dapat berupa lebih pajang atau pendeknya siklus menstruasi, dan lebih sedikit atau lebih banyaknya darah menstruasi yang keluar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *